Kementerian Pertanian
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak

Pelaihari - Kalimantan Selatan

Berikut ini kami sampaikan informasi singkat mengenai Itik Mojosari.
Itik Mojosari berasal dari kecamatan Mojosari Mojokerto Jawa Timur. Itik Mojosari sudah ditetapkan sebagai rumpun itik lokal dengan Kepmentan Nomor 2837 tahun 2012 dan Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 7558-2009 (diperbaharui SNI nomor 7558-2020) Bibit Induk Itik Mojosari Meri dan SNI nomor 7559 -2009 Bibit Induk Itik Mojosari Muda.

 
Kegiatan pembibitan Itik Mojosari di BPTU-HPT pelaihari sudah berjalan selama kurang lebih 20 tahun atau hampir 20 generasi yang meliputi pemurnian, pengaturan perkawinan, seleksi, dan pemeliharaan secara tertutup tanpa ada darah baru ataupun bercampur darah rumpun itik lain sehingga menghasilkan Itik Mojosari murni yang memiliki karakteristik sendiri yang mungkin berbeda dari daerah asalnya. Kualitas bibit Itik Mojosari yang dihasilkan dibuktikan dengan Sertifikat Kesesuaian SNI 7558-2009 Bibit Induk Itik Mojosari Meri dari Lembaga Sertifikasi Produk Benih dan Bibit Ternak pada tanggal 2 Agustus 2019.
Itik Mojosari memiliki kemampuan produksi telur minimal 60 %; Mulai berproduksi sebanyak 10 % pada umur itik 22 minggu; Puncak produksi tercapai 90 % selama 4-6 minggu, tercapai pada umur itik 30 - 35 minggu (10-15 minggu produksi); Masa produksi tahap pertama selama 48 minggu (12 bulan); Itik dapat diafkir pada umur 72 minggu. Pertumbuhan pun cukup bagus sebagai itik potong, berat badan 1.300-1.400 gram dapat dicapai di umur 8 minggu.
Itik Mojosari yang sudah ditetapkan sebagai rumpun itik lokal Indonesia dan memiliki standar SNI, tetap kita jaga kelestarian dan kemurniannya sehingga di masa mendatang dapat kita tingkatkan produktifitasnya sebagai penghasil daging dan telur untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia.