Kementerian Pertanian
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak

Pelaihari - Kalimantan Selatan

Berikut kami sampaikan informasi terkait tanaman Gliricidia sepium atau biasa dikenal dengan nama Gamal.
Gliricidia sepium biasa digunakan sebagai pagar hidup atau peneduh, merupakan leguminosa pohon yang telah ditetapkan dalam Kepmentan No 141 Tahun 2019 sebagai salah satu jenis komoditas tanaman binaan Ditjen PKH. Akar tanaman Gamal merupakan penambat nitrogen yang baik, fungsi lainnya adalah pengendali erosi dan gulma terutama alang-alang.
Kandungan Protein Kasar (PK) daun Gamal berkisar 20,28% - 25,52% dan TDN (nutrisi tercerna) sebesar 58,45% - 69,73% (hasil pengujian BPMSP Bekasi 2019, sampel dari kebun BPTU-HPT Pelaihari) menjadikan tanaman ini baik diberikan untuk ternak ruminansia.
Potensi produksi daun Gamal 200 ton/ha/tahun menjadikan tanaman gamal patut di galakkan sebagai sumber protein pakan hijauan untuk ternak. Daun gamal bisa dipanen pada usia tanaman 8 bulan dari penanaman pertama dan pemanenan berikutnya dapat dilakukan setiap 90 – 120 hari.
Gamal sangat mudah tumbuh di lahan kritis sekalipun. Pembiakan gamal cukup mudah, yaitu dengan stek batang. Tata cara penanaman :
1. Pilih batang gamal yang tegak, kulit batang berwarna hijau kecoklatan, diameter batang 2 – 5 cm
2. Potong batang 40 – 70 cm
3. Runcingkan di kedua sisinya
4. Buat lubang tanam
5. Jarak antar lubang tanaman 100 – 150 cm, jarak tanam bisa lebih rapat menyesuaikan lahan
6. Tanam dengan calon tunas menghadap keatas
7. Tutup lubang tanam
Gamal sebagai pakan ternak dapat diberikan sebagai sumber pakan hijauan tunggal. Tanaman ini baik juga sebagai pelengkap kebutuhan protein dari ternak yang diberikan pakan rumput. Pemberian Gamal dianjurkan dalam kondisi sedikit layu untuk mengurangi zat anti nutrisi yang terdapat didalamnya.