Kementerian Pertanian
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak

Pelaihari - Kalimantan Selatan

Berikut kami sampaikan informasi singkat mengenai sistem pemeliharaan sapi potong.
Permentan Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembibitan Sapi Potong yang Baik disebutkan beberapa sistem pemeliharaan sapi, salah satunya adalah sistem pemeliharan ekstensif di padang gembalaan. Sistem pemeliharaan ekstensif dapat diterapkan pada peternakan yang melakukan pembibitan, selain itu sistem pemeliharaan ekstensif sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan. Aspek yang harus diperhatikan pada sistem pemeliharaan ekstensif salah satunya adalah resiko terkena penyakit Caplak atau Kutu Sapi.
Penyebab penyakit Caplak adalah ektoparasit atau parasit yang hidup di luar tubuh seperti di kulit, rambut, rongga telinga luar, yang terdapat pada hewan ternak. Ada dua jenis caplak, yaitu caplak keras (ixodidae) dan caplak lunak (argasidae). Caplak keras menyerang bagian yang tersembunyi seperti lipatan kulit leher, lipatan kulit paha, kaki dan bagian bawah ekor, sedangkan caplak lunak biasanya menyerang di lubang telinga.
Gejala umum penyakit caplak pada sapi di antaranya gangguan yang paling ringan berupa rasa gatal pada kulit yang menyebabkan sapi terus menggosok-gosok badannya sehingga dapat menimbulkan luka pada kulit. Serangan caplak dalam jumlah banyak dapat menyebabkan sapi menderita anemia, sehingga pertumbuhan akan terganggu.
Pengobatan caplak dapat dilakukan dengan penyemprotan menggunakan bahan kimia (bahan aktif Deltamethrin) ke tubuh sapi, apabila sapi yang terkena caplak dalam jumlah banyak dapat dilakukan dengan cara celup (dipping). Pengendalian caplak disamping menggunakan bahan kimia juga dapat melibatkan berbagai bahan non kimia dan tatalaksana lingkungan kandang dan padang pengembalaaan yang baik. Padang penggembalaan yang terkena sinar matahari umumnya tidak disukai oleh caplak. Pemangsa atau predator caplak adalah jenis-jenis burung tertentu, hewan pengerat, dan semut. Predator-predator ini dapat menurunkan populasi caplak. Cara pengendalian yang paling efektif adalah dengan pestisida atau akarisida, yaitu sejenis bahan kimia yang mampu membunuh caplak.