Kementerian Pertanian
Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak

Pelaihari - Kalimantan Selatan

                       Salah satu jenis komoditas ternak yang dikembangkan di BPTU – HPT Pelaihari adalah itik.  Itik yang dipelihara sendiri terdiri atas 3 jenis yaitu itik Alabio, itik Mojosari dan yang terbaru adalah itik PMp.  Itik alabio bisa dikategorikan ke dalam kelompok itik dwiguna, sementara itik Mojosari merupakan salah satu jenis itik petelur.  Adapun itik PMp merupakan bibit itik pedaging hasil persilangan antara itik Peking dan itik Mojosari Putih yang juga dapat digunakan sebagai itik petelur.  BPTU – HPT Pelaihari selain  menyediakan bibit dari jenis itik tersebut ke masyarakat atau peternak sekitar, juga menyalurkan ke luar Kalimantan Selatan.
                       Sebagai salah satu Balai Pembibitan, jumlah itik yang dipelihara di BPTU – HPT Pelaihari tidaklah sedikit, selai itu adanya tuntutan untuk menghasilkan bibit itik yang berkualitas sehingga yang menjadi salah satu perhatian dalam manajemen pemeliharaan itik tersebut adalah dari segi pakan.  Mengingat pakan sendiri menduduki urutan terbesar dari semua biaya produksi yaitu sekitar 60 - 70%.  Pakan itik yang baik terutama untuk itik petelur adalah ransum yang memenuhi kebutuhan gizi pada pertumbuhan dan perkembangan itik dalam memproduksi petelur.  Tidak salah jika dalam penanganannya, dilakukan upaya – upaya dalam melakukan efisiensi biaya dengan tidak mengurangi kualitas gizi dari pakan yang diberikan. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan pakan alternatif berupa bahan - bahan non konvensional yang murah, bergizi dan memperbaiki pertumbuhan.  Dimana selama ini pakan yang diberikan seluruhnya adalah pakan komersial lengkap.  Salah satu pakan alternatif potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi atau campuran ransum adalah Azolla.
                         Azolla merupakan genus dari paku air mengapung suku Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini, salah satu spesiesnya adalah Azolla microphylla. Azolla dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk hijau untuk tanaman. Azolla microphylla merupakan tanaman yang mudah untuk dibudidayakan dan termasuk tanaman air yang sangat cepat berkembang. Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% dari berat massa setiap hari dan bisa bertambah dengan kondisi kesuburan air yang bagus.  Nilai nutrisi Azolla mengandung kadar protein yang tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras pecah (Arifin, 1996) dalam Akrimin 2002.  Selain itu, berdasarkan berat keringnya, juga mengandung vitamin A, vitamin B12, 10-15% mineral, 7-10% asam amino, serta senyawa bioaktif dan biopolymer. Karena kandungan protein dan vitamin yang tinggi inilah, yang menjadikan azolla sebagai salah sebagai salah satu pakan alternatif potensial yang dapat dilirik untuk kemudian kedepannya dapat benar – benar dikembangkan dalam upaya untuk mengurangi biaya pakan tetapi dengan tetap mempertahankan kualitas gizi dari pakan tersebut.  Selain sebagai pakan itik,  azolla juga dapat dimanfaatkan pakan untuk sapi, kambing dan jenis unggas lainnya.
                         Bila digunakan untuk pakan itik, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur 2 – 3 minggu) dapat dicampur dengan ransum pakan itik. Berdasarkan literatur bahwa, campuran azolla 15 % ke dalam ransum itik, terbukti tidak berpengaruh buruk pada itik.  Dimana itik tetap mengkonsumsi pakan campuran azolla tersebut dengan lahap.  Produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Hal tersebut berarti bahwa penggunaan azolla bisa menekan 15 % biaya pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini cukup menguntungkan bagi peternak karena bisa mengurangi biaya pembelian pakan itik.
                         Pemanfaatan azolla sebagai campuran ransum di BPTU – HPT Pelaihari sendiri belum dikembangkan.  Hanya saja penggunaan azolla belum bisa sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan seluruh populasi itik yang ada, mengingat jumlah itik yang ada terbilang banyak dan lahan untuk budidaya azolla sendiri belum bisa untuk produksi dalam jumlah yang langsung banyak.  Sehingga, sebagai tahap awal bisa dimulai dengan pemberiaan pada salah satu fase dulu, misalnya starter.  Untuk kedepannya bisa dikembangkan lebih jauh lagi.  Selain itu, pemanfaatan Azolla ini juga bisa diterapkan oleh peternak – peternak sekitar dalam upaya menghemat biaya pakan.
                         Azolla (azolla microphylla) banyak terdapat di perairan tenang seperti danau, kolam, rawa dan persawahan.  Sementara, untuk memproduksi azolla microphylla sebagai pakan alternatif itik dapat dilakukan dengan mengembangkannya di kolam-kolam kosong atau membuat kolam tersendiri dari terpal.  Untuk dasar kolam terpal sebagai media sumber nutrisi bagi azolla dapat dibuat campuran tanah dengan pupuk kandang sapi atau kambing dengan ketebalan sekitar 5 cm. Kemudian kolam yang telah diisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang diisi dengan air sampai ketinggian 5 - 15 cm.  Atau ditempatkan di kolam tanah sesuai dengan habitatnya di rawa dan sawah.


(Dari berbagai sumber)