Kementerian Pertanian
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak

Pelaihari - Kalimantan Selatan

Foot Rot

oleh administrator 15 November 2019


Foot Rot atau penyakit kaki busuk merupakan suatu penyakit akut dan penyakit yang sangat infeksius menyerang sapi yang dicirikan oleh kebengkakan dan ketimpangan. Kondisi nyeri ekstrem ini dapat berubah menjadi kronis apabila tidak segera ditangani, selain itu struktur kaki yang lain juga dapat terpengaruh. Penyakit ini berasal dari daerah yang berada diantara jari pada tapal kaki. Lebih sering terjadi pada musim penghujan, namun tetap dapat menyerang sapi kapan saja.

 

Etiologi

  • Penyakit kaki busuk terjadi oleh karena adanya perlukaan pada kulit interdigiti. Perlukaan dapat disebabkan oleh apapun termasuk bebatuan, tanah yang tidak rata ataupun karena alat-alat yang berada di dalam kandang.
  • Rusaknya bagian pada kulit ini menimbulkan pintu masuk bagi bakteri menuju jaringan dari kaki, menyebabkan infeksi dapat tersebar secara cepat ke seluruh jaringan, urat, sendi dan tulang kaki pada daerah digiti.
  • Jenis bakteri seperti Fusobacterium necrophorum dan Porphyromonas levii  dapat masuk ke dalam jaringan kaki, di mana dapat menyebabkan mulainya infeksi. Kondisi kaki yang buruk dapat memperparah dampak dari penyakit.

Gejala

  • Nyeri, ketimpangan mendadak yang disertai dengan kebengkakan dari ruang interdigiti serta bagian corona.
  • Demam, kondisi drop, berkurangnya produksi susu, hilangnya nafsu makan dan pengurangan berat badan.
  • Selulitis dan nekrosis likuefaktif (kematian jaringan) pada ruang interdigiti yang disertai bau busuk.

Tanpa adanya pengobatan, inflamasi dapat berkembang menjadi nekrosis, di mana dapat meluas ke jaringan di sekitar lesi, termasuk tulang bagian digiti dan dapat menjadi penyebab terjadinya arthritis kronis.

Diagnosa

Disebabkan penyakit kaki busuk dapat terjadi dengan cepat, deteksi dini sangatlah diperlukan. Diagnosa dapat diteguhkan dari terjadinya gejala klinis (pemeriksaan secara menyeluruh bagian kaki dan mempelajari bagian epidemiologi dari penyakit tersebut.

 

Pengobatan

  • Pemberian antibiotik sistemik yang tepat untuk pengobatan penyakit kaki busuk.
  • Pengobatan lokal:
    • Pemotongan kuku
    • Obat topikal:
      • Semprot
      • Celupan kaki
    • Bedah amputasi dari teracak pada kasus kronis.

Pencegahan

  • Kebersihan lingkungan merupakan komponen kunci dalam pencegahan penyakit kaki busuk:
    • Hindarkan area kandang dari obyek keras seperti batu, bata, mesin-mesin tertentu atau apapun yang dapat melukai atau memotong jaringan lunak dari kaki.
    • Perkecil permukaan abrasif, terutama di sekitar area tempat pakan dan minum. Tutup permukaan kasar dengan tanah liat atau kompos.
    • Bersihkan kotoran secara rutin.
    • Berikan tutup pada tempat pakan dan minum.
    • Pertinggi drainase menggunakan gundukan tanah atau kompos.
    • Lakukan perawatan maksimum pada drainase pada tangki air, tempat pakan dan area yang sering digunakan.
  • Tambahkan tempat celupan air.
  • Nutrisi yang baik dengan jumlah yang cukup dari vitamin A, D dan zinc.
  • Cegah luka gores selama musim dingin dengan menjaga kebersihan kandang dan membuang bentukan es serta kotoran yang membeku.
  • Pastikan sapi mendapat nutrisi yang cukup untuk kesehatan tulang dan jaringan.
  • Isolasi hewan yang sakit.
  • Managemen yang ada harus disertai dengan adanya pemeriksaan rutin pada kawanan dan fokus pada deteksi dini. Antibiotik hampir tidak berfungsi bila infeksi telah berkembang dan berpindah meuju bagian lutut. Namun, apabila hewan telah menerima penanganan kesehatan yang baik maka kasus yang parah akan dapat terhindarkan.

Kerugian Ekonomi

Kerugian ekonomi pada peternakan sapi perah antara lain:

  • Biaya pengobatan..
  • Produksi susu rendah.
  • Performa reproduksi yang menurun.
  • Deteksi estrus yang berkurang.
  • Tingkat afkir yang bertambah tinggi.

Kerugian ekonomi pada peternakan sapi potong antara lain:

  • Biaya pengobatan.
  • Penurunan berat badan.
  • Proses pemasaran terhambat.

Ketika agen patogen menjadi 'bibit' pada lingkungan, foot rot dapat bertahan dalam waktu cukup lama. Observasi secara menyeluruh diperlukan untuk mencegah terjadinya kerugian ekonomi yang serius.