Kementerian Pertanian
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak

Pelaihari - Kalimantan Selatan

Sifat dan Terjadinya

           Disebabkan oleh bakteri spesifik dari genus Salmonella dublin. Penyakit ini menyerupai diare anak sapi namun terjadi pada pedet lebih tua antara umur 6-12 minggu. Anak kambing berumur lebih dari 3 bulan juga dapat terserang penyakit. Penyakit Paratyphoid ini tersebar luas di dunia dan menular secara cepat bila telah menyerang satu kelompok pedet.

 

Gejala

          Pedet yang terserang menjadi dungu, nafsu makan berkurang dan terjadi demam tinggi. Pada awal mula, pedet mengalami sembelit namun kemudian berubah menjadi diare kuning, busuk dan ada kalanya terwarnai merah gelap akibat terkontaminasi oleh darah.

          Tingkat mortalitas tinggi, terutama bila sejumlah besar pedet menjadi terinfeksi. Pada pemeriksaan postmortem, pada bagian hepar akan dijumpai keadaan bengkak dan ginjal akan memiliki penampilan terjadi gradasi warna (belang), rumen dan usus akan meradang.

 

Diagnosa

          Spesimen hepar dan/ atau kelenjar limfe mesenterika dikemas dalam wadah yang tertutup rapat dan ditambahkan sejumlah es, kemudian harus dikirim ke Balai Veteriner terdekat.

 

Pengobatan, Pengendalian dan Pencegahan

          Obat seperti nitrofurazone dan antibiotik tersedia untuk mengobati penyakit. Dokter hewan akan menentukan yang mana harus dipergunakan. Sebagai terapi suportif dapat menggunakan injeksi cairan infusa NaCl fisiologis dan Glukosa untuk mengatasi kekurangan cairan dalam tubuh.

          Vaksinasi tidak sepenuhnya efektif namun dapat dilakukan kapan saja bila memungkinkan. anak sapi harus divaksin terhadap penyakit ini pada saat 14 hari pertama setelah kelahiran.