Kementerian Pertanian
Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak

Pelaihari - Kalimantan Selatan

                  

Penggembalaan ternak tidak cukup hanya dengan memasukkan ternak ke dalam lahan penggembalaan (pastura) begitu saja, tetapi harus tetap memperhatikan tata laksana penggembalaan yang dilakukan untuk menjamin ketercukupan hijauan untuk ternak.  Dal hal ini, ketercukupan yang dimaksud tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas dari hijauan tersebut.  Salah satunya adalah dengan menghitung kapasitas tampung pastura pada setiap paddock.  Secara garis besarnya, kapasitas tampung dihitung dari produksi hijauan pakan ternak dalam luasan paddock yang telah diukur serta waktu rotasi yang dilakukan.  Penghitungan kapasitas tampung tersebut bertujuan untuk mengetahui jumlah ternak yang dapat digembalakan pada luasan paddock pada selang waktu tertentu dengan jaminan bahwa ketercukupan hijauan ternak dapat dipenuhi.  Penghitungan kapasitas tampung juga bertujuan untuk memberikan kesempatan hijauan pada padang penggembalaan untuk tumbuh kembali, sehingga memaksimalkan produksi hijauan tersebut. Sebagaimana yang telah dilakukan pada BPTU – HPT Pelaihari.  Dimana penghitungan kapasitas tampung tersebut dilakukan pada paddock di lahan penggembalaan untuk kambing PE yang ada di BPTU HPT Pelaihari. 
 


Pada kegiatan ini terlebih dahulu dilakukan pengambilan cuplikan/pengubinan rumput untuk menghitung produksi hijauan.  Jenis hijauan pada paddock tersebut adalah rumput Brachiaria decumbens atau dikenal juga dengan nama rumput Bede atau rumput signal.  Kandungan BK Brachiaria decumbens sekitar 19,67 %.  Pengubinan dilakukan secara diagonal sebanyak 6 titik/sampel dengan rataan produksinya 1,43 kg.  Ternak yang digembalakan adalah kambing PE dengan rataan bobot badan (BB) sekitar 30 kg.  Dengan asumsi konsumsi BK kambing sekitar 2% dari BB atau sekitar 0,60 kg, maka setiap paddock dapat menampung sekitar 52 – 55 ekor kambing.  Agar rumput pada paddock dapat dikonsumsi secara merata oleh kambing, maka paddock dengan luasan sekitar 5348 m2 tersebut dapat dibagi menjadi 2 atau 4 petakan kecil.  Dimana pada setiap petakkan dilakukan penggembalaan selama 23 hari untuk 2 petakan dan 12 hari untuk 4 petakan, dengan jumlah maksimal kambing yang digembala masing – masing sekitar 54 dan 52 ekor.  Setelah 23 atau 12 hari kemudian dipindahkan/digilir ke petakan lain pada paddock tersebut.  Penentuan jumlah hari rotasi penggembalaan didasarkan pada kisaran umur rumput Bede untuk dapat dikonsumsi kembali oleh ternak kambing adalah sekitar 45 hari.